…
tiba-tiba saya ingin marah!
bisa-bisanya, orang yang sangat ingin belajar malah tidak bisa belajar?
kaderisasi macam apa,
yang membunuh idealisme orang seperti itu?
NGANCURIN ANAK ORANG ITU NAMANYA.
SAMA AJA NGANCURIN BANGSA.
pagi hari tadi saya berangkat kuliah dengan malas sekali. bukan, bukan karena ada praktikum algoritma struktur data yang bahannya belum saya kuasai, tetapi entahlah mengapa.
saya juga bingung.
padahal baru saja malamnya saya mendapat suntikan segar berjudul inspirasi, yang saya dapatkan dari blog salah seorang teman saya, dan baru saja mengobrol inspiratif dengan teman saya eja.
saya langsung merasa terkutuk. saya merasa bersalah. bisa bisanya berangkat kuliah nggak ada semangat. beruntung jendela instant messenger Yahoo! saya tiba-tiba muncul dan berbunyi “tuk!”
itu di sana sahabat saya yang lain, namanya rihan. dia sekarang sedang ada di amerika, menuntut ilmu, dibayarin sama perusahaan tempatnya bekerja. luar biasa ya.
karena merasa sangat butuh suntikan semangat, saya pun curhat. saya bilang, saya hari ini berangkat kuliah dengan tidak ada semangat.
lalu rihan menyarankan saat saya keluar rumah, saya lihat itu langit biru, atau lihat apa saja sekeliling, lalu ucapkan dalam hati …
…
dan kalimat itu tidak selesai sebab sambungan internet saya terputus.
alah siah. aya aya wae. hahaha.
lalu saya berpikir, mungkin saja sambungan internet ini sengaja dibiarkan terputus oleh Tuhan karena titik titik itu adalah bagian yang harus saya tulis sendiri.
mungkin Tuhan masih ingin memberikan kuasa kepada saya untuk menyorongkan hidung saya: mau semangat atau tidak?
sebab motivasi paling kuat buat saya selalu datang dari diri saya sendiri, bukan dari orang lain.
baiklah akan saya isi.
saya menuruni tangga kosan saya dengan pikiran-pikiran berkecamuk, akan apa yang akan saya teriakkan dalam hati ketika saya sudah di pintu gerbang kosan.
hahaha, seperti apa saja ya.
akhirnya saya memilih kalimat ini:
pung, jangan memulai perjalananmu menjadi sampah dengan tidak memberikan semangat terbaikmu hari ini!
hahahahaha. sungguh cupu. namun berkhasiat.
boleh dicoba, tapi jangan lupa, isi sendiri yah. hahaha.

saya : kenapa?
sjahrir : dulu itu permasalahan kita hanya menyerang mereka yang menyakiti kita. disakiti lantas marah dan membalas.
saya : naluri hewan mungkin.
sjahrir : ya, dan seharusnya pendidikan bisa menjawab semua itu. setelah selama ini, apa yang terjadi?
saya : pangkal pendidikan kita disebut-sebut pertama kali diinisiasi politik balas budi. apa yang bung pikirkan ada di kepala seorang penjajah dalam mendidik bangsa yang dijajah olehnya? lagipula melihat pendidikan sekarang, membayangkan akan jadi apa pemuda itu di masa depan saja saya tidak berani.
bung sjahrir : kalau begitu mungkin kita tidak akan pernah menjadi sebuah negara..
sebenarnya saya agak bingung merumuskan apa yang akan saya tulis sekarang. hanya saja saya merasa ini penting. penting bagi saya, paling tidak, untuk menuliskan hal ini. karena biasanya jika ada informasi lantas saya ulen-ulen terus di kepala saya, yang ada saya tak bisa tidur, sulit buang air besar, atau bahkan sakit kepala berkepanjangan. seperti apa saja ya.
jadi yang ingin saya omong-omongkan disini adalah tentang bertanya.
apa?
siapa?
dimana?
kapan?
kenapa?
bagaimana?
hah? (eh apa ini)
nah. karena apa saya rasa terlalu umum, maka akan saya mulai dengan siapa. siapa sepertinya sering dipergunakan oleh tukang gosip: bagi mereka siapa adalah nomor satu dari sebuah berita. lantas nomor dua nya adalah apa. itulah kenapa saya jarang digosipkan. karena saya bukan siapa-siapa. dan bukan siapa-siapa adalah sempurna.
sedangkan dimana, kapan, dan bagaimana keseluruhannya adalah keterangan. kadangkala mereka bisa jadi hits dari suatu berita. maksudnya, bagaimana yah, coba saja misalnya kemarin saya bertemu si udin, iya udin yang teman saya itu, dia sedang main karet. main-karetnya jam dua pagi, di halaman rumah julia perez. nah itu kan jadi berita.
istilahnya yang ‘menekan tombol meme’ dari suatu berita. hehe.
nah. dari berbagai macam bentuk pertanyaan saya paling suka pertanyaan kenapa.
kenapa?
tuh kan saya langsung pakai. hehe.
kenapa orang indonesia suka makan nasi? kenapa kerbau tidak suka nasi? kenapa awan senang mengikuti kita saat sedang berjalan? kenapa udang busuk bau? kenapa security bajunya hitam? kenapa ibu pergi ke pasar dan ayah pergi ke kantor? kenapa ini ibu budi, bukan ibu saya? kenapa ibu saya kasihan sama security? kenapa adik saya berpikir bahwa yang cantik itu jahat? kenapa kamu baca tulisan ini?
karena dari kenapa, muncul karena. muncul cerita. berita. dari alasan yang keluar muncul narasi. eksposisi. bisa juga dari sana muncul perdebatan.
kenapa selalu mengingatkan saya bahwa semua yang hadir dan berpastisipasi di jagat raya ini memiliki alasan. saling berhubungan. sebab akibat.
jika saja teman adik saya yang cantik itu tidak mengejeknya barang sehari saja, mungkin adik saya tidak akan berpikir bahwa “yang cantik itu jahat”.
jika saja security di tiap-tiap gedung berbeda seragamnya, mungkin ibu saya tidak akan berkata dengan sedih: “pung, kasian ya satpam bajunya hitam begitu. kan panas ya, kena matahari. berjam-jam lagi. seragamnya ada berapa ya? bau nggak ya dipake terus?”
jika saja diantara daun-daun jatuh yang sedang dibakar si bibi ada satu yang melawan tidak mau jatuh, mungkin si pohon akan mati sedetik, atau sejam, atau sebulan atau tepatnya bagaimana saya tidak tahu–da saya bukan Tuhan– lebih cepat dari waktu hidup sebenarnya. mungkin karena volume evaporasinya kelebihan satu milimeter kubik, jika diasumsikan satu milimeter kubik adalah volume evaporasi satu helai daun. kenapa kamu jatuh, daun?
seperti ada benang. benang berjuta kilometer yang menghubungkan satu titik jiwa kepada titik jiwa lainnya. “orang-orang barat” bilang butterfly effect. satu peristiwa mempengaruhi peristiwa lainnya di tempat yang jauh. begitu bukan ya.
saya pernah diberi tahu tentang ini dari teman saya si dito. iya, dito yang itu. waktu itu yang sedang saya dan dia bahas adalah tentang lagunya muse yang judulnya butterflies and hurricanes. dia bilang ada kepercayaan di “barat sana” bahwa satu kepakan sayap kupu-kupu dapat mengakibatkan angin badai di belahan dunia lain. ngeri ya.
mungkin kamu kentut di sini, sekarang, dan saudara kamu di abu dhabi merasakan angin taifun yang luar biasa ya.
namanya juga mungkin.
apa yang tidak mungkin untuk dimungkinkan? (apa ini)
jadi kenapa? kenapa saya lahir di Indonesia? kenapa saya harus lahir di bandung, bukan seperti kakak saya di jepang atau adik saya di jakarta? kenapa saya harus ada di sini, di negara ancur-ancuran begini? negara yang ga jelas begini? negara yang katanya udah nyaris kehilangan miliknya yang nyaris berharga ini?
Tuhan tidak mungkin tidak sengaja atau iseng menaruh saya. pasti ada alasan untuk itu.
dan saya akan segera tahu kenapa.
mungkin.
cerita ini terjadi ketika saya pergi bersama si adek. iya, adek yang itu, yang sudah saya omong-omongkan kemarin dulu. hmm. berulah lagi dia. tapi bukan sepenuhnya ulah dia juga kali ini.
hari ini dimulai dengan bangun siangnya si adek karena yang bersangkutan baru saja pulang dari perpisahan-kelas-enamnya sekitar pukul sebelas malam. sungguh luar biasa perpisahan sd dewasa ini kawan, tempatnya di lapangan golf dan bintang tamunya VIERRA. iya, vierra yang itu. yang dengarkan curhatku itu. luar biasa.
lalu diteruskan oleh saya yang bimbang, mau ikut ke dufan bersama anak stei08 yang lain atau tidak. saya sampai menelefon si karin, teman saya di stei08, yang kurus seperti tiang listrik itu, yang berpacaran dengan si pemancar sinyal itu, yang.. ah sudahlah tak ada maksud hati saya bercerita tentang si karin. haha. karin menyuruh saya ikut, dan saya yang tidak pernah suka disuruh-suruh kecuali oleh ibu saya ini langsung berpikir : ah tidak usah saja. saya malas. heu.
lalu saya menunaikan tugas yang lebih mulia : mengantar si adek ke dokter gigi. apakah gigi adek saya bolong? tidak kawan, gigi adek saya itu berantakan pisan, sehingga butuh tangan terampil untuk membenarkan jalan pikiran, eh maksud saya susunan gigi adek saya itu.
kami pun melangkah masuk ke ruangan dokter gigi.
dan layaknya anak kecil yang jarang sikat gigi, saya pikir dia gemetaran. saya pikir saja, karena dia tidak bergetar-getar seperti yang kau pikirkan, tetapi dia terus bertanya :
“teh, periksa doang kan? sakit nggak?”
saya yang kesal menjawab terus daritadi menjawab jujur sekali:
“ENGGAAAK,” sambil menarik rambutnya yang mirip karpet halus.
saya pikir saya harus membayar tarikan-tarikan rambut saya tadi, dengan apa ya?
setelah pemeriksaan, saya bertanya pada si adek:
“dek mau makan di mana?”
lalu seperti di cerita sebelumnya, dia berpikir lama. hanya saja kali ini saya tidak menyetir, dan itu membuat saya lebih sabar. jadi saya biarkan saja dia berpikir selama perjalanan pergi dari dokter gigi.
“ke gondok indah mall aja teh, sekalian mau main ke kimezone,”
setelah makan dan teurab (ini bahasa sunda, nggak akan saya kasih tau artinya haha), kami ke toko buku pramedia (disamarkan). adik saya keluar dengan tangan kosong, saya membeli satu buku jepang berjudul botchan. saya beli itu karena kata ringkasan di belakangnya buku itu bercerita tentang anak yang nakal. haha.
daan ini dia. kimezone time.
ternyata si adek sudah mengincar satu permainan bernama MIDNIGHT MAXIMUM TUNE 3 DX (tidak saya samarkan). sejenis permainan balapan jalanan. kalau saya lihat-lihat, sebenarnya tidak ada yang istimewa dari permainan ini. tapi tahukah kau?
antriannya luar biasa. menyaingi antrian pembagian zakat. kursinya tidak pernah kosong, terus diisi dan selalu ada orang di belakang kursi itu untuk menunggu giliran main.
adik saya sampai menunggu lama sekali (dan itu berarti saya menunggu lama sekali, karena itu lah yang penting haha) untuk memainkannya. mengapa lama? soalnya tiap orang bisa saja berkali-kali menggesekkan kartu bermainnya di sana, membuat yang menunggu semakin kesal saja. sampai ada aturan kau hanya boleh menggesek kartu maksimal 5x. luar biasa.
padahal, di sebelah-sebelahnya masih banyak permainan balapan serupa, ada balapan mario bros, balapan di trek, balapan motor, balapan 2 fast 2 furious : tokyo drift (yang ini malah bisa nge-drift, saya pernah coba), dan..
eh, banyak juga yah game balapan seperti ini?
karena saya yang pembosan ini sedang luar biasa bosan, maka saya pun memperhatikan orang-orang yang sedang bermain game-game balapan.
dan saya kaget.
saya kaget, karena anak-anak yang bermain kecil-kecil sekali, dan saya maksud kecil bukan hanya umurnya, tapi juga badannya. bayangkan, mereka sampai harus agak “tiduran” supaya bisa menjangkau pedal gas dan rem!
wao bayangkan itu!
luar biasa. anak sekecil itu sudah bisa ngebut liar. sudah bisa banting setir. sudah bisa nge-drift. sudah tahu tabrakan. sudah tahu melanggar lampu merah (iyalah lagi balapan, masa iya diam menunggu hijau).
hii ketika anak-anak itu sudah pegang sim saya disupiri saja ah kemana-mana. atau naik pesawat saja sekalian. daripada naik pitam anak muda kebut-kebutan lantas saya tertantang lalu mau diadu? bisa berabe. hehe.
alah. kemana yaa, orang tua mereka? kok nggak ada di sini?
jadi cerita ini dimulai ketika saya merasa lapar dan sama sekali tidak tertarik dengan masakan bibi saya yang terkadang saya malu mengakuinya (bahwa saya malas memakannya).
jadilah saya mengajak si adek untuk makan di sebuah tempat makan yang cukup dekat dari rumah saya.
tempat makan itu ada di sebuah mall, sebut saja gondok indah mall.
dan saya tidak salah menulis, ini untuk menyamarkan saja hehe.
karena si adek saya ini orangnya suka sulit memutuskan, saya putuskan untuk terus menanyai dia di mana tepatnya restoran mana yang akan kita sambangi untuk santap siang, semenjak meninggalkan rumah.
“dek mau makan dimana nih?”
adek saya melakukan gaya berpikirinya yang takzim: menyentuh dagu dengan ujung-ujung dari empat jarinya.
”ngg dimana yah,”
lalu diam.
sementara mobil yang saya kemudikan terus melaju dalam keheningan.
dua menit kemudian saya bertanya lagi.
“dek jadinya mau makan dimana nih?”
adek saya lagi-lagi melakukan gaya berpikirinya yang takzim: menyentuh dagu dengan ujung-ujung dari empat jarinya.
”ngg dimana yah,”
lalu diam lagi.
teman saya dito pernah berkata: jika sesuatu hal terjadi dua kali, maka akan ada yang ketiga.
maka, saya sebagai kakak yang tidak sabaran akhirnya memutuskan untuk makan di geger king saja.
dan ini juga saya samarkan hehe.
lalu setelah bersibuk parkir, berjalan, memesan, dan membayar, kami duduk dengan santapan tergolek di meja.
setelah berdoa kami pun segera makan.
tapi tunggu!
saya melihat sesuatu di balik kaca di teras luar restoran itu.
ada seorang ibu sedang mengobrol dengan ibu lainnya yang berambut pendek.
ibu ini berkerudung.
den sedang menghisap benda putih panjang yang saya dan si aci tidak suka:
ROKOK!
wow apa ibu ini punya anak? saya nggak tau pasti.
sebab kalau saya, saya pasti pingsan kalau tahu ternyata ibu saya merokok seperti itu.
untung kalau.
lalu saya menyuruh si adek untuk menengok ke luar jendela.
“dek liat itu”
si adek menengok ke belakang. lalu sambil mengunyah, dia berkata, “mm mm,”
“apa pendapat kamu?”
“emang ada apa?” (sambil membalikkan badan)
“”yeeeh, itu ada ibu-ibu pake kerudung ngerokok,”
(si adek menengok ke luar kaca jendela, lalu kembali menghadap saya, sambil tetap mengunyah)
“ooh. ga cocok pake kerudung,”
“apanya?”
“iya, orang yang ngerokok nggak cocok pake kerudung,”
“eh? orang yang ngerokok nggak cocok pake kerudung, atau orang yang pake kerudung nggak cocok ngerokok?”
adek saya berpikir sebentar. sambil terus mengunyah, “ya bisa dua duanya. sama aja.”
“ya beda dong. mana ada orang yang nggak cocok pake kerudung.”
si adek diam saja pula. sambil mengunyah.
saya ngomong lagi “berarti yang benar itu orang yang pake kerudung nggak cocok ngerokok”
dan akhirnya si adek saya menanggapi.
“ya,”
lalu diam sesaat, mungkin menunggu makanannya ditelan. lalu dia berkata lagi dengan pelan:
“mungkin, sih.”
adek, sudah saatnya kamu banyak membaca buku demi terwujudnya hari dimana kamu dapat membalas pernyataan-pernyataan dari kakakmu yang sok tahu dan sok berpendidikan ini.
jadi, 11 tahun lalu mahasiswa bukannya seperti saya, baru bangun dan nonton lenong. seakan-akan dunia betul-betul saja, benar-benar saja. seakan-akan hidup bagus-bagus saja, tenang-tenang saja.
saya bisa berkilah, mungkin, saya telah melewati minggu penuh ujian dan tugas. lantas saya bangun siang karena ingin beristirahat.
dan nonton lenong *huh..*

tetapi bukankah perjuangan tak mengenal kata istirahat?
saya malu.
saya malu karena tak pernah sekali pun saya mendengar sjahrir, njoto, marco, bahkan mungkin soekarno mengeluh lelah lantas bangun siang.
masih segar dalam ingatan saya, dua tahun lalu saya berusaha membangkitkan memori itu, kepada teman-teman sma saya. memori tentang kaum muda yang menggulingkan kursi raja yang penuh air mata rakyat.
lewat sebuah acara: Pemuda: Bangkit!
ironisnya sekarang saya masih duduk di sini, membatu di dalam kamar, sambil berpura-pura hidup begitu indah, pagi ini begitu indah, dengan hamparan sawah di depan hidung saya.
doa saya lantunkan pelan-pelan,
untuk para kawan-kawan mahasiswa yang telah dulu pergi.
dan untuk diriku,
semoga semangat kawan-kawan masih bersemayam di dalam hati saya.
dan hati kita semua yang membaca tulisan ini.
selamat hari kebangkitan pemuda nasional.
21 mei 1998-…
dari sini awan terlihat menyeringai.
panas, namun khidmat terburai.
dibawahnya hidup rumpunan orang bermandi lumpur.
ada layangan merah terpantul.
ditarik, menarik, mengulur, diulur. terus begitu sampai tinggi.
jatuh, bangun, berdiri lagi, terperosok, tersungkur, bangkit lagi.
sampai datang angin kencang.
awan meniup, makin menyeringai.
layangan harus menantang sang angin.
agar bisa beranjak lebih tinggi
tinggi lagi.
21 juli 2007
syukuran mktributes2007, lembang.
hari jumat kemarin, pak presiden datang ke kampus saya. eh kok ge er, maksudnya datang ke sabuga (sasana budaya ganesha, tempatnya di sebelah kampus saya).
suasananya amat mencekam. loh, kok mencekam? iya, soalnya dari pagi banyak polisi.
dan beneran, BANYAK PISAN.
dimana-mana ada. di tiap warung sepanjang jalan ada. gila. mau ada presiden atau tawanan polisi lewat nih. hehe. saya mikir begitu saat saya melintas berjalan kaki pagi-pagi melihat polisi-polisi berbadan kecil berkerumun di sebuah warung kopi. cengiran saya tambah lebar begitu saya melihat tulisan di palang untuk menghalangi parkir di depan kantor lapi, di sebelah kampus saya. tulisannya pake bolpen, beneran kayak yang nggak niat:
“jgn parkir disini kalou parkir katanya mau diderek”
diderek? becanda loo. haha.
mungkin maksudnya untuk menghindari kemacetan yang akan mengganggu pak presiden, karena badan jalan di depan kantor lapi itu kecil, kan kalau ada mobil parkir tambah sempit aja jalannya. nggak tau juga lah.
sehabis itu saya makan di tempat favorit saya, di tenda belakang. nama warungnya saya lupa. soto medan kalo nggak salah. terus sambil mesen saya iseng nanya ke aa-aa yang jualannya:
saya: a, ini ada apaan sih? rame banget polisi. udah gitu nggak boleh parkir.
aa: kan mau ada bapak kita semua neng, hehehe.
(ha? apaan? bapak kita semua? hahaha ogah ah punya bapak presiden. jemet engke.)
ya lalu sehabis makan saya meneruskan perjalanan saya menuju kelas saya, kuliah kimia sekaligus kuliah terakhir saya di masa tpb, hehe. kuliah cuma berlangsung sampai jam delapan, yang seharusnya sampai jam sembilan. dosen saya cuma berkisah dan ngalor ngidul, mungkin ini yang akan saya rindukan nanti tahun2 berikutnya saya di itb. hehehe. sebenarnya saya ada ujian nanti jam tiga sore, jadi saya memutuskan untuk pulang dulu dan belajar heula.
nah, ketika saya balik lagi ke kampus ini yang seru.
sore sekitar jam setengah tiga, saya melewati jalan yang sama seperti tadi pagi. dan apa yang saya lihat?
sekitar TIGA MOBIL DEREK TERPAKIR DI PINGGIR JALAN. eh? ternyata nggak becanda ya. untung saya nggak parkir disana tadi haha kayak yang saya bawa mobil. waktu saya tanya sama temen2 saya yang ada di pinggir-pinggir jalan itu, mereka bilang emang udah beberapa yang di derek. weits. ngeri keli.
siapa nih panitia yang keras tegas begini? apa jangan2 menteri perhubungan? jadi presiden aja pak. presiden indonesia kan harus tegas ya nggak. atau harus cepat, karena lebih cepat lebih baik? (hahaha, bung JK, anda sekali lagi membuktikan anda dan pasangan anda lebih cepat lebih baik, saat mendaftar di KPU kemarin).
lalu setelah itu saya bergegas ke ruang ujian saya. ujiannya nggak usah diceritain ya, malas saya. nggak rame. hehe.
ujian selesai pukul lima. sehabis solat di salman, saya bergegas pulang karena besoknya saya masih ada ujian dasar rangkaian elektrik dan belum belajar sama sekali (minggu ini padat sekali, ya, teman2 tpb itb2008). tapi saya udah ngeri melihat antrian panjang di jalan ganeca. mobil di sana ga bergerak, gimana yang di jalan dago? pasti angkot nggak udah pake keahlian ngetem lagi udah pasti diam tak bergerak ngejentul.
waduh. mampus.
akhirnya saya berjalan tergesa-gesa menuju pintu belakang, pintu yang dekat sabuga.
woow. ternyata banyak mahasiswa berkumpul disana, sambil ngangkat spanduk besar dengan tulisan:
“KAMPUS NETRAL HARGA MATI”
siapa itu harga? kasian harus mati.
saya bingung, semua gerbang ditutup. gerbang motor juga ditutup. gerbang utama dipenuhi kumpulan mahasiswa tadi. malah ada barisan polisi lagi di depannya.
duh ini ada mahasiswa yang mau menunaikan kewajibannya! (baca: belajar). kasih lewat dong!
lalu tiba-tiba ada yang mencolek saya dari belakang.
“de, kalau mau ke gedung sabuga lewat mana ya?”
wow ada seorang bapak dan seorang ibu memakai batik resmi! gokskil.
“lewat sana pak,”(sambil nunjuk kumpulan mahasiswa spanduk tadi)”bapak mau ke sabuga?”
saya nanya untuk mastiin aja takutnya salah denger.
“iya de, saya tamu undangan”
oow! tiket emas!
“mari pak saya antar”
jadi saya memecah kerumunan mahasiswa yang masih berbudi itu, sambil bilang:
“punten, ini ada tamu undangan mau lewat, punten”
sama juga waktu ketemu barisan polisi:
“punten, ini ada tamu undangan mau lewat, punten”
sukses! si bapak dan ibu tadi ngeloyor pergi tanpa ngasih duit ke saya padahal udah saya bantuin. haha yaudah nggak apa apa, say audah dapat imbalannya untuk bisa keluar dari kampus yang terkurung macet dan polisi.
dan ternyata memang macet sekali, saya baru sampai kosan jam tujuh lewat, biasanya hanya 5 menit dari kampus. dan itu udah capek banget, pegel-pegel, jadilah saya nggak belajar.
saya berpikir2, mungkin ada baiknya juga pak presiden datang ke kampus sebelum saya ujian.
jadi kalau dahi ibu atau bapak saya berkerut melihat nilai ujian saya besok, saya bisa beralasan:
“kan hari jumatnya ada presiden datang ke kampus!”
omong-omong, saya perhatikan di berita tv, tag nama yang suka ada di bagian bawah layar bertuliskan begini:
Susilo Bambang Yudhoyono
Calon Presiden
lah, terus presiden kita siapa? nggak ada dong? saya aja lah. hahaha.
*tulisan ini membuat saya makin terkagum-kagum kepada ahmadinejad. subhanallah. apa saya bisa seperti itu? terima kasih buat aga dan temannya tasya yang sudah menyampaikan berita asyik ini. hehe*
Ketika di wawancara oleh TV Fox (AS) soal kehidupan pribadinya: “Saat anda melihat di cermin setiap pagi, apa yang anda katakan pada diri anda?”
Jawabnya: “Saya melihat orang di cermin itu dan mengatakan padanya: ”Ingat, kau tak lebih dari seorang pelayan, hari di depanmu penuh dengan tanggung jawab yang berat, yaitu melayani bangsa Iran .”
Berikut adalah gambaran Ahmadinejad, yang membuat orang ternganga:
1. Saat pertama kali menduduki kantor kepresidenan,ia menyumbangkan seluruh karpet Istana Iran yang sangat tinggi nilainya itu kepada masjid-masjid di Teheran dan menggantikannya dengan karpet biasa yang mudah dibersihkan.
2. Ia mengamati bahwa ada ruangan yang sangat besar untuk menerima dan menghormati tamu VIP, lalu ia memerintahkan untuk menutup ruang tersebut dan menanyakan pada protokoler untuk menggantinya dengan ruangan biasa dengan 2 kursi kayu, meski sederhana tetap terlihat impresive.
3. Di banyak kesempatan ia bercengkerama dengan petugas kebersihan di sekitar rumah dan kantor kepresidenannya.
4. Di bawah kepemimpinannya, saat ia meminta menteri-menterinya untuk datang kepadanya dan menteri-menteri tersebut akan menerima sebuah dokumen yang ditandatangani yang berisikan arahan-arahan darinya, arahan tersebut terutama sekali menekankan para menteri-menterinya untuk tetap hidup sederhana dan disebutkan bahwa rekening pribadi maupun kerabat dekatnya akan diawasi, sehingga pada saat menteri-menteri tersebut berakhir masa jabatannya dapat meninggalkan kantornya dengan kepala tegak.
5. Langkah pertamanya adalah ia mengumumkan kekayaan dan propertinya yang terdiri dari Peugeot 504 tahun 1977, sebuah rumah sederhana warisan ayahnya 40 tahun yang lalu di sebuah daerah kumuh di Teheran. Rekening banknya bersaldo minimum, dan satu-satunya uang masuk adalah uang gaji bulanannya.
6. Gajinya sebagai dosen di sebuah universitas hanya senilai US$ 250.
7. Sebagai tambahan informasi, presiden masih tinggal di rumahnya. Hanya itulah yang dimilikinya sebagai seorang presiden dari negara yang penting baik secara strategis, ekonomis, politis, belum lagi secara minyak dan pertahanan. Bahkan ia tidak mengambil gajinya, alasannya adalah bahwa semua kesejahteraan adalah milik negara dan ia bertugas untuk menjaganya.
8. Satu hal yang membuat kagum staf kepresidenan adalah tas yg selalu dibawa sang presiden tiap hari selalu berisikan sarapan roti isi atau roti keju yang disiapkan istrinya dan memakannya dengan gembira, ia juga menghentikan kebiasaan menyediakan makanan yang dikhususkan untuk presiden.
9. Hal lain yang ia ubah adalah kebijakan pesawat terbang kepresidenan, ia mengubahnya menjadi pesawat kargo sehingga dapat menghemat pajak masyarakat dan untuk dirinya, ia meminta terbang dengan pesawat terbang biasa dengan kelas ekonomi.
10. Ia kerap mengadakan rapat dengan menteri-menterinya untuk mendapatkan info tentang kegiatan dan efisiensi yang sudah dilakukan, dan ia memotong protokoler istana sehingga menteri-menterinya dapat masuk langsung ke ruangannya tanpa ada hambatan. Ia juga menghentikan kebiasaan upacara-upacara seperti karpet merah, sesi foto, atau publikasi pribadi, atau hal-hal seperti itu saat mengunjungi berbagai tempat di negaranya.
11. Saat harus menginap di hotel, ia meminta diberikan kamar tanpa tempat tidur yg tidak terlalu besar karena ia tidak suka tidur di atas kasur, tetapi lebih suka tidur di lantai beralaskan karpet dan selimut. Apakah perilaku tersebut merendahkan posisi presiden?
Presiden Iran tidur di ruang tamu rumahnya sesudah lepas dari pengawal-pengawalnya yang selalu mengikuti kemanapun ia pergi. Menurut koran Wifaq, foto-foto yg diambil oleh adiknya tersebut, kemudian dipublikasikan oleh media masa di seluruh dunia, termasuk Amerika.
12. Sepanjang sholat, anda dapat lihat pada foto bahwa ia tidak duduk di baris paling depan.Dia memilih di tengah agar bisa berbaur bersama rakyatnya.
13. Bahkan ketika suara azan berkumandang, ia langsung mengerjakan sholat dimanapun ia berada meskipun hanya beralaskan karpet biasa.
Mudah-mudahan di pemilu yang akan datang kita akan memiliki Presiden seperti itu…

tidur di karpet

solat di tengah, bukan di depan