Soemardi dan Mardjan: Kadal
Soemardi : Djan, orang sekarang lucu ya.
Mardjan : lucu bagaimana?
Soemardi : ya, santai begitu. buka koran hanya lihat iklan. buka buku jika perlu. lihat sekitar cuma untuk survey berbayar.
Mardjan : lihat jalan kalau-kalau ada kadal mati. takut terinjak.
Soemardi : hahaha, ah apa sih. tiba-tiba kadal.
Mardjan : haha, dulu saya kalau lihat kadal mati selalu ingin tahu siapa pembunuhnya. dan kenapa. kadal mati pasti ada alasan. pasti ada sebab.
Soemardi : mungkin untuk tambah dosa si pembunuhnya, ya
Mardjan : atau untuk tambahan pahala. kemarin saya lihat anak kecil korek-korek bangkai kadal kering di jalan komplek saya. lantas dibuang ke kali.
Soemardi : katanya injak kadal bikin sial, Djan.
Mardjan : mitos kayaknya. cuma supaya orang waspada, lihat sekeliling, sekitar. orang zaman dulu mungkin tahu nantinya orang-orang zaman baru terlalu sibuk mengurus diri ketimbang berbaur, bersosial.
Soemardi : tapi kan bukan dengan kadal?
Mardjan : ya, hahaha.